Shoesmart.co.id, JAKARTA – Raksasa ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) akan menghadapi tantangan baru dengan munculnya Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Program strategis nasional ini, yang didukung penuh oleh pemerintah melalui pembiayaan APBN, menargetkan pembangunan 80.000 unit di seluruh Indonesia.
Inisiatif ambisius yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini dimungkinkan melalui perubahan regulasi Dana Desa dan suntikan dana dari APBN. Sebuah porsi signifikan, yaitu 58,03% dari Dana Desa 2026 atau setara dengan Rp34,57 triliun dari total Rp60,57 triliun, akan dialokasikan untuk mewujudkan program ini.
Namun, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, berpendapat bahwa ancaman Kopdes Merah Putih terhadap dominasi pasar AMRT dan MIDI masih tergolong minim. Hal ini disebabkan oleh skala ekonomi dan jaringan distribusi yang jauh lebih unggul yang dimiliki oleh kedua emiten tersebut.
: Alfamart (AMRT) Cetak Laba Bersih Naik 8,34% jadi Rp3,41 Triliun pada 2025
“Prospeknya berpotensi melampaui tahun 2025, didorong oleh momentum perputaran uang dari Pilkada, penyaluran bantuan sosial (bansos), dan peningkatan konsumsi selama periode Lebaran. Meskipun demikian, tantangan tetap ada, terutama dampak dari konflik di Timur Tengah, yang berpotensi meningkatkan biaya logistik, termasuk harga bahan bakar minyak (BBM),” jelas Wafi kepada Bisnis, Sabtu (28/3/2026).
Wafi menambahkan bahwa peluang bagi kedua emiten pada tahun 2026 sejalan dengan strategi penambahan gerai, terutama di luar Pulau Jawa, serta peningkatan porsi produk dengan margin keuntungan yang lebih tinggi, seperti makanan siap saji (Lawson) di MIDI. Selain itu, efisiensi rantai pasok dan logistik yang terpusat juga menjadi keunggulan kompetitif bagi kedua perusahaan ritel ini.
: Laba Bersih Alfamidi (MIDI) Melonjak 45% Jadi Rp792 Miliar Sepanjang 2025
Lebih lanjut, Wafi menjelaskan bahwa saham AMRT dan MIDI tergolong sebagai saham defensif. Penjualan kedua emiten ini didominasi oleh barang-barang kebutuhan pokok atau Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), yang cenderung tidak terpengaruh secara signifikan oleh penurunan daya beli masyarakat.
Wafi memberikan target harga untuk saham AMRT di Rp3.200 dan MIDI di Rp450. Pada penutupan perdagangan Jumat (27/3/2026), saham MIDI mengalami kenaikan sebesar 3,42% ke level Rp302, sementara saham AMRT melemah 0,34% ke Rp1.455.
: Kemenkop Tegaskan Pembangunan KopDes Merah Putih Tak Gunakan Lahan Sengketa
Di sisi lain, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, merekomendasikan strategi wait and see untuk saham AMRT dan MIDI. Menurutnya, kedua saham tersebut saat ini belum memasuki fase uptrend, ditambah lagi dengan sentimen Kopdes Merah Putih yang menjadi variabel tersendiri yang memengaruhi persepsi investor.
Nafan berpendapat bahwa prospek kedua emiten pada tahun 2026 akan sangat bergantung pada kinerja mereka di kuartal I/2026, karena hal ini akan menentukan fundamental kedua emiten tersebut sepanjang tahun. Jika kinerja bottom line menunjukkan hasil yang positif, Nafan memperkirakan tren ini akan berlanjut sepanjang tahun.
“Dengan adanya ekspansi Kopdes ini, sebenarnya sudah ter-price in oleh kinerja pergerakan harga saham AMRT dan MIDI yang belum dalam kategori uptrend. Sempat mengalami fase mark down terhadap kedua emiten tersebut,” pungkasnya.
Ringkasan
Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang didukung pemerintah melalui APBN menjadi tantangan baru bagi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). Meski demikian, KISI Sekuritas menilai dampaknya minim karena AMRT dan MIDI memiliki skala ekonomi dan jaringan distribusi yang lebih unggul. Peluang bagi kedua emiten di 2026 didorong oleh Pilkada, bansos, peningkatan konsumsi Lebaran, ekspansi gerai di luar Jawa, dan peningkatan produk dengan margin tinggi.
Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan strategi wait and see untuk AMRT dan MIDI karena sentimen Kopdes Merah Putih memengaruhi persepsi investor dan kedua saham belum memasuki fase uptrend. Kinerja kuartal I/2026 akan menentukan prospek kedua emiten sepanjang tahun. Harga saham MIDI pada 27 Maret 2026 naik 3,42% menjadi Rp302, sementara AMRT turun 0,34% menjadi Rp1.455.