Akuisisi Emiten: Analis Ungkap Prospek Kinerja Saham!

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tahun 2026 menjadi saksi bisu perubahan signifikan di pasar modal Indonesia, dengan sejumlah emiten memasuki lembaran baru usai pergantian pemegang saham pengendali.

Kabar terbaru datang dari PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), yang mengumumkan rencana akuisisi oleh perusahaan asal Hong Kong, Dragonmine Mining. Dragonmine Mining berambisi menggenggam 80% saham BLUE. Langkah awal telah dilakukan dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) pada 18 Februari 2026, menandai dimulainya proses transaksi.

Perubahan kendali juga terjadi pada PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) setelah 78,74% sahamnya resmi diakuisisi oleh PT Nextier Datamate Center, perusahaan yang bergerak di bidang pusat data. Senada dengan itu, PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) kini memiliki nahkoda baru, yakni PT Wahana Konstruksi Mandiri, yang menguasai 62,72% saham perusahaan.

Masuknya WKM sebagai pemegang saham pengendali memberikan angin segar bagi ASLI. Perusahaan konstruksi ini membidik sejumlah proyek pengembangan berskala nasional, mulai dari revitalisasi bandara hingga kolaborasi strategis dengan BUMN Karya.

Tarif Trump Bikin Ketidakpastian Bagi Emiten CPO, Simak Rekomendasi Sahamnya

Direktur ASLI, Yudra Saputra, menyatakan bahwa perusahaan dan pengendali baru tengah menyusun dan mengimplementasikan rencana bisnis yang terukur, dengan fokus utama pada penguatan kompetensi inti.

“Kami fokus pada penguatan kompetensi inti di sektor konstruksi infrastruktur strategis seperti jalan, jembatan, bandara, dan fasilitas logistik nasional,” ungkap Yudra dalam keterangan resmi, Selasa (10/2/2026).

Yudra menambahkan, WKM akan memfokuskan ASLI pada proyek infrastruktur transportasi strategis nasional, khususnya bandara, jalan, dan jembatan. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak kinerja ASLI secara signifikan.

Sementara itu, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah menyelesaikan akuisisi 53,57% saham PT Personel Alih Daya (PADA), yang sebelumnya dimiliki oleh Koperasi Pegawai ISAT. Akuisisi ini menjadi strategi INET untuk memperluas jangkauan bisnisnya.

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, berpendapat bahwa akuisisi emiten terbuka menawarkan efisiensi waktu dan biaya dibandingkan dengan Initial Public Offering (IPO). Melalui skema backdoor listing, pengakuisisi dapat langsung memanfaatkan infrastruktur pasar modal yang sudah ada.

“Ke depan, penghimpunan dana juga menjadi lebih cepat dan fleksibel, baik melalui rights issue maupun penerbitan obligasi,” jelas Wafi kepada Kontan, Selasa (24/2/2026).

Wafi menambahkan bahwa perubahan yang terjadi pada sejumlah emiten ini bersifat fundamental dan berpotensi mengubah arah bisnis serta merombak kinerja emiten secara menyeluruh.

Dalam jangka panjang, Wafi menilai MGLV dan BLUE sebagai emiten yang paling menarik. MGLV dinilai prospektif karena memasuki ekosistem infrastruktur digital, khususnya data center, yang pertumbuhannya sangat pesat. Sementara BLUE berpotensi berkembang jika terintegrasi ke dalam rantai pasok mineral global.

Namun, Wafi mengingatkan investor untuk tidak terbawa euforia. Aksi korporasi seperti ini seringkali memicu pola “buy on rumor, sell on news”.

Oleh karena itu, investor perlu mencermati harga tender offer karena seringkali menjadi level support psikologis. Selain itu, penting untuk memastikan apakah pengendali baru benar-benar menginjeksi aset produktif ke dalam emiten yang diakuisisi. Hal ini akan menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan emiten.

Senada dengan Wafi, Analis Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menyampaikan bahwa pergantian pengendali dapat menjadi katalis positif jika diikuti dengan injeksi modal, restrukturisasi manajemen, serta transformasi bisnis yang lebih prospektif.

“Jika pengendali baru membawa sinergi yang sejalan dengan tren industri yang bertumbuh, peluang rerating valuasi akan semakin besar. Sebaliknya, jika hanya sebatas perubahan kepemilikan tanpa arah transformasi yang jelas, dampaknya cenderung jangka pendek dan bersifat spekulatif,” imbuh Azis.

Saat ini, Azis merekomendasikan beli (buy) untuk saham INET dengan target harga Rp 630 per saham.

Aturan Perubahan Pengendali

Dari sisi regulasi, Wafi menjelaskan bahwa pengambilalihan perusahaan terbuka diatur secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.

Salah satu kewajiban utama pengendali baru adalah melaksanakan mandatory tender offer guna memberikan kesempatan kepada pemegang saham publik untuk menjual sahamnya pada harga yang wajar. Tujuannya adalah untuk melindungi kepentingan investor minoritas.

Selain itu, terdapat ketentuan lock-up period bagi pemegang saham pengendali saat perusahaan baru melantai di bursa. Dalam aturan tersebut, pengendali dilarang mengalihkan atau menjual sahamnya selama delapan bulan sejak pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham.

Saham Gorengan Disorot, OJK Siapkan Aturan Tegas untuk Influencer

Ringkasan

Pada tahun 2026, beberapa emiten di pasar modal Indonesia mengalami perubahan signifikan akibat akuisisi oleh pemegang saham pengendali baru. PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) akan diakuisisi Dragonmine Mining, sementara PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) dan PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) telah diakuisisi oleh PT Nextier Datamate Center dan PT Wahana Konstruksi Mandiri, masing-masing. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) juga telah mengakuisisi saham PT Personel Alih Daya (PADA).

Analis berpendapat bahwa akuisisi emiten dapat menawarkan efisiensi waktu dan biaya dibandingkan IPO, dan dapat secara fundamental mengubah arah bisnis emiten. Investor perlu mencermati harga tender offer dan memastikan adanya injeksi aset produktif oleh pengendali baru. Pengambilalihan perusahaan terbuka diatur oleh OJK melalui POJK No. 9/POJK.04/2018, yang mengatur kewajiban mandatory tender offer dan lock-up period untuk melindungi kepentingan investor minoritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *