Shoesmart.co.id JAKARTA. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melaporkan penurunan kinerja keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Menurut keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), ADRO mencatatkan penurunan pendapatan usaha sebesar 10,10% secara *year on year* (yoy), menjadi US$ 1,87 miliar pada akhir tahun 2025. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya, pendapatan usaha ADRO mencapai US$ 2,08 miliar.
Kontribusi terbesar terhadap pendapatan usaha ADRO pada tahun 2025 berasal dari segmen jasa pertambangan, yaitu sebesar US$ 1,01 miliar. Selain itu, ADRO juga memperoleh pendapatan dari segmen pertambangan sebesar US$ 968,80 juta, serta pendapatan lain-lain senilai US$ 60,52 juta. Setelah dikurangi eliminasi sebesar US$ 162,13 juta, total pendapatan usaha tercatat sebesar US$ 1,87 miliar.
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 35.000 Menjadi Rp 3.059.000 per Gram, Sabtu (7/3)
Seiring dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan ADRO justru mengalami peningkatan sebesar 3,33% yoy, menjadi US$ 1,24 miliar pada tahun 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 1,20 miliar.
Kondisi ini mengakibatkan terkikisnya laba bruto ADRO sebesar 27,16% yoy, menjadi US$ 636,64 juta pada tahun 2025, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 874 juta.
Penurunan juga terjadi pada laba usaha ADRO, yang berkurang sebesar 27,24% yoy menjadi US$ 517,58 juta pada tahun 2025. Pada tahun sebelumnya, laba usaha ADRO tercatat sebesar US$ 711,40 juta.
Meskipun demikian, beban usaha ADRO mengalami penurunan sebesar 23,66% yoy, menjadi US$ 107,15 juta pada tahun 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 140,36 juta. Beban lain-lain ADRO juga mengalami penurunan signifikan sebesar 46,45% yoy, dari US$ 22,24 juta pada tahun 2024 menjadi US$ 11,91 juta pada tahun 2025.
Wall Street Anjlok Imbas Pasar Kerja AS yang Melemah dan Kenaikan Harga Minyak
Pada akhirnya, ADRO mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 447,69 juta pada akhir tahun 2025. Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan sebesar 67,56% yoy dibandingkan dengan tahun 2024, di mana laba bersih tercatat sebesar US$ 1,38 miliar.
Hingga akhir tahun 2025, total aset yang dimiliki oleh ADRO mencapai US$ 6,82 miliar, yang terdiri dari liabilitas sebesar US$ 1,81 miliar dan ekuitas sebesar US$ 5 miliar.
Ringkasan
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melaporkan penurunan pendapatan usaha sebesar 10,10% menjadi US$ 1,87 miliar pada tahun 2025. Penurunan ini diikuti oleh peningkatan beban pokok pendapatan sebesar 3,33%, yang mengakibatkan laba bruto dan laba usaha ADRO terkikis masing-masing sebesar 27,16% dan 27,24%.
Akibat penurunan pendapatan dan peningkatan beban, laba bersih ADRO yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk anjlok signifikan sebesar 67,56% menjadi US$ 447,69 juta pada tahun 2025. Total aset ADRO hingga akhir 2025 tercatat sebesar US$ 6,82 miliar, terdiri dari liabilitas sebesar US$ 1,81 miliar dan ekuitas sebesar US$ 5 miliar.