Adhi Karya Dapat Lampu Hijau: Rasio Keuangan Dilonggarkan!

Shoesmart.co.id JAKARTA. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) baru-baru ini mendapatkan angin segar dari para pemegang obligasi terkait kewajiban finansialnya. Persetujuan ini diperoleh melalui dua Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang diselenggarakan pada 12 Februari 2026. RUPO tersebut secara khusus membahas Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 dan Obligasi Berkelanjutan IV Adhi Karya Tahap I Tahun 2024.

Nilai pokok Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 tercatat sebesar Rp 2,46 triliun. Sementara itu, Obligasi Berkelanjutan IV Adhi Karya Tahap I Tahun 2024 memiliki nilai pokok Rp 102,71 miliar. Fokus utama dalam RUPO ini adalah meminta persetujuan untuk pengesampingan pemenuhan kewajiban ADHI dalam menjaga rasio keuangan tertentu.

Dalam RUPO Obligasi Berkelanjutan IV Adhi Karya Tahap I Tahun 2024, mayoritas pemegang obligasi memberikan lampu hijau. Mereka menyetujui pengesampingan kewajiban ADHI untuk mempertahankan rasio keuangan yang telah ditetapkan sebelumnya. Secara spesifik, perubahan yang disetujui adalah terkait kewajiban memelihara perbandingan aktiva lancar dan kewajiban lancar tidak kurang dari 1 : 1, serta memelihara perbandingan antara EBITDA dengan Beban Bunga Pinjaman tidak kurang dari 1,5 : 1.

“Perubahan ini akan berlaku untuk periode laporan keuangan konsolidasian tahunan per 31 Desember 2025,” jelas Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada 14 Februari 2026. Persetujuan ini memberikan kelonggaran bagi ADHI dalam pengelolaan keuangan jangka pendeknya.

Namun, nasib berbeda dialami oleh RUPO Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022. Agenda yang dibahas sebenarnya serupa, yaitu meminta persetujuan pengesampingan pemenuhan kewajiban keuangan.

Sayangnya, RUPO ini tidak berhasil mencapai kuorum yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan yang sah. Keputusan yang mengikat memerlukan persetujuan dari setidaknya tiga per empat bagian atau 75% dari jumlah obligasi yang hadir dalam RUPO.

“Jumlah suara yang setuju atas usulan keputusan yang diajukan oleh ADHI dalam RUPO tersebut hanya mencapai Rp 1,04 triliun, atau setara dengan 43,77% dari total obligasi yang hadir,” ungkap Rozi Sparta. Dengan demikian, usulan pengesampingan kewajiban keuangan untuk Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 belum dapat disetujui.

Ringkasan

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mendapat persetujuan dari pemegang obligasi untuk melonggarkan rasio keuangan pada Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024. Persetujuan ini dicapai melalui RUPO, yang mengesampingkan kewajiban ADHI untuk mempertahankan rasio aktiva lancar terhadap kewajiban lancar minimal 1:1 dan EBITDA terhadap beban bunga pinjaman minimal 1,5:1, berlaku untuk laporan keuangan tahunan per 31 Desember 2025.

Namun, usulan serupa untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 tidak disetujui karena tidak mencapai kuorum yang diperlukan. Jumlah suara yang setuju hanya mencapai 43,77% dari total obligasi yang hadir, sehingga pengesampingan kewajiban keuangan untuk obligasi ini belum dapat disetujui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *