Shoesmart.co.id, JAKARTA – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), emiten produsen batubara, mencatatkan penurunan kinerja keuangan pada akhir tahun 2025. Laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan adanya penurunan pendapatan usaha dan laba bersih.
Pendapatan AADI Menyusut di Tahun 2025
Pendapatan usaha AADI mengalami penurunan sebesar 7,71% secara year on year (yoy), menjadi US$ 4,91 miliar pada tahun 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai US$ 5,32 miliar. Penurunan ini menjadi sorotan utama dalam laporan keuangan perusahaan.
Penjualan Batubara Domestik dan Ekspor
Penjualan batubara AADI di pasar domestik tercatat sebesar US$ 1,14 miliar pada tahun 2025. Sementara itu, pasar ekspor menjadi kontributor signifikan, dengan Malaysia menjadi tujuan utama penjualan AADI, mencapai nilai US$ 947,05 juta. Negara-negara lain yang menjadi tujuan ekspor batubara AADI antara lain India (US$ 783,58 juta), China (US$ 783,58 juta), Jepang (US$ 456,16 juta), dan Korea Selatan (US$ 392,74 juta). Diversifikasi pasar ekspor ini menunjukkan upaya AADI untuk memperluas jangkauan penjualannya.
Laba Bersih Terkoreksi Signifikan
Penurunan juga terjadi pada sisi laba bersih. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$ 760,18 juta pada akhir tahun 2025. Angka ini merosot tajam sebesar 37,22% yoy dibandingkan dengan laba bersih pada tahun 2024, yang mencapai US$ 1,21 miliar. Penurunan laba bersih ini menjadi perhatian utama bagi investor dan analis.
Pengaruh Beban Pokok Pendapatan dan Laba Bruto
Beban pokok pendapatan AADI sebenarnya mengalami penurunan sebesar 5,19% yoy, menjadi US$ 3,65 miliar pada tahun 2025, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 3,85 miliar. Namun, penurunan ini tidak cukup untuk mengkompensasi penurunan pendapatan usaha. Akibatnya, laba bruto AADI menyusut 14,29% yoy menjadi US$ 1,26 miliar pada tahun 2025, dibandingkan dengan laba bruto perusahaan pada tahun 2024 yang sebesar US$ 1,47 miliar.
Penurunan Laba Usaha dan Pendapatan Lain-lain
Laba usaha AADI juga mengalami penurunan sebesar 29,73% yoy, menjadi US$ 1,04 miliar pada tahun 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan pendapatan lain-lain AADI yang sangat signifikan, yaitu sebesar 91,51% yoy, dari US$ 330,77 juta pada tahun 2024 menjadi US$ 28,07 juta pada tahun 2025. Penurunan pendapatan lain-lain ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap laba usaha perusahaan.
Efisiensi Beban Usaha
Di sisi lain, AADI berhasil menekan beban usaha. Beban usaha AADI berkurang 21,68% yoy, dari US$ 315,50 juta pada tahun 2024 menjadi US$ 247,09 juta pada tahun 2025. Efisiensi dalam pengelolaan beban usaha ini menjadi salah satu upaya perusahaan untuk menjaga profitabilitas di tengah penurunan pendapatan.
Total Aset, Liabilitas, dan Ekuitas
Hingga akhir tahun 2025, AADI memiliki total aset sebesar US$ 5,71 miliar. Komposisi aset ini terdiri dari liabilitas sebesar US$ 2,06 miliar dan ekuitas sebesar US$ 3,65 miliar. Struktur permodalan ini menunjukkan bahwa AADI memiliki basis ekuitas yang cukup kuat.
Ringkasan
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatatkan penurunan kinerja keuangan pada tahun 2025. Pendapatan usaha AADI menyusut 7,71% menjadi US$ 4,91 miliar, dipengaruhi oleh penurunan penjualan meskipun pasar ekspor terdiversifikasi ke berbagai negara seperti Malaysia, India, dan China. Beban pokok pendapatan juga mengalami penurunan, namun tidak cukup mengkompensasi penurunan pendapatan.
Laba bersih AADI mengalami penurunan signifikan sebesar 37,22% menjadi US$ 760,18 juta. Penurunan ini juga dipengaruhi oleh penurunan pendapatan lain-lain yang sangat signifikan. Meskipun demikian, AADI berhasil menekan beban usaha, dan hingga akhir tahun 2025, perusahaan memiliki total aset sebesar US$ 5,71 miliar dengan struktur permodalan yang didukung oleh ekuitas yang kuat.