Shoesmart.co.id, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak mendatar (sideways) dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026. Proyeksi ini muncul setelah IHSG menutup sesi perdagangan Senin, 12 Januari 2026, dengan koreksi 0,58% dan mendarat di level 8.884,72.
Menurut Valdy Kurniawan, Head of Research and Education Phintraco Sekuritas, pelemahan yang terjadi sejalan dengan perkiraan sebelumnya. IHSG, yang belum mampu bertahan di atas level krusial 9000, memicu terjadinya aksi profit taking secara signifikan. Aksi jual ini terutama menargetkan saham-saham dari sektor konglomerasi yang sebelumnya telah mengalami reli kuat dan menjadi kontributor utama penguatan indeks.
Valdy menambahkan bahwa pelemahan pada saham-saham tersebut juga disinyalir sebagai antisipasi terhadap pengumuman kebijakan baru perhitungan free float oleh MSCI yang dijadwalkan pada akhir bulan ini. Ketidakpastian ini menambah tekanan jual di pasar.
Lebih lanjut, Valdy menjelaskan bahwa aksi profit taking yang masif tersebut telah memicu terjadinya panic selling, yang sempat menekan IHSG hingga level 8.715. Meskipun sempat menunjukkan perbaikan, IHSG pada akhirnya tetap ditutup di area negatif, mencerminkan sentimen pasar yang masih bearish.
Dari sisi teknikal, Valdy mengungkapkan bahwa IHSG kini ditutup di bawah level MA5, sebuah indikator yang seringkali menandakan potensi koreksi lebih lanjut. Indikator teknikal lainnya, seperti MACD dan Stochastic RSI, juga turut mengindikasikan kelanjutan potensi koreksi, diperkuat oleh volume jual yang dominan. Dengan demikian, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways cenderung melemah dan berpeluang menguji level support di kisaran 8.725 hingga 8.800.
Sementara itu, pergerakan rupiah di pasar spot juga menunjukkan pelemahan. Mata uang Garuda ditutup melemah 0,21% secara harian, diperdagangkan pada level Rp 16.855 per dolar Amerika Serikat (AS). Valdy menyoroti bahwa pelemahan rupiah ini disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian global, ditambah dengan kekhawatiran akan prospek ekonomi domestik yang masih membayangi.
Salah satu sumber ketegangan politik global yang disoroti adalah konflik di Iran, yang dipicu oleh gelombang protes dan berujung pada kematian. Situasi ini berpotensi mengalami eskalasi lebih lanjut, terutama setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan niat untuk melakukan intervensi.
Untuk menghadapi perdagangan Selasa, 13 Januari 2026, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan. Daftar saham yang menjadi sorotan meliputi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mendatar cenderung melemah pada 13 Januari 2026, setelah terkoreksi 0,58% menjadi 8884,72. Penurunan ini dipicu oleh aksi profit taking masif pada saham konglomerasi serta antisipasi kebijakan baru perhitungan free float MSCI. Indikator teknikal juga menunjukkan potensi koreksi lanjutan, dengan volume jual yang dominan.
Sementara itu, Rupiah melemah 0,21% menjadi Rp 16.855 per dolar AS akibat ketidakpastian global dan kekhawatiran ekonomi domestik. Menghadapi kondisi pasar ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham pilihan untuk 13 Januari 2026, yaitu PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).