10 Juta Pemudik! Angkutan Umum Melonjak 9,23% Jelang Lebaran

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat lonjakan signifikan pergerakan penumpang selama periode mudik Lebaran 2026. Hingga H-1 (20 Maret 2026), tercatat 10.003.583 orang menggunakan angkutan umum untuk melakukan perjalanan mudik. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 9,23% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mencatat 9.158.315 penumpang.

Data dari Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu mengungkapkan peningkatan terjadi hampir di semua moda transportasi. Distribusi penumpang per moda transportasi adalah sebagai berikut:

* Perkeretaapian: 2,98 juta orang, naik 13,22%
* Angkutan udara: 2,19 juta orang, naik 3,05%
* Penyeberangan: 2,48 juta orang, naik 14,78%
* Angkutan darat: 1,58 juta orang, naik 9,18%
* Angkutan laut: 761 ribu orang

Selain pergerakan penumpang, arus kendaraan juga mengalami peningkatan di berbagai titik transportasi. Pada H-1, tercatat 117 ribu kendaraan keluar dari gerbang tol Jakarta, sementara 66 ribu kendaraan masuk.

Secara keseluruhan, pergerakan kendaraan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya mencapai ratusan ribu unit per hari, baik melalui gerbang tol maupun jalur arteri. Peningkatan mobilitas masyarakat ke berbagai daerah juga menyebabkan lonjakan serupa di luar Jabodetabek.

Kemenhub juga menyoroti kinerja ketepatan waktu (on-time performance/OTP) angkutan umum yang relatif tinggi. Kereta api mencatatkan OTP tertinggi, mendekati 99%, diikuti oleh angkutan laut sekitar 95%. Sementara itu, OTP angkutan udara berada di kisaran 70–85%, sedangkan penyeberangan dan angkutan darat berada di kisaran 60–70%.

Antisipasi Arus Balik

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 24 Maret 2026 (H+3).

“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal guna menghindari waktu-waktu puncak. Pertimbangkan juga alternatif jadwal perjalanan untuk mengurangi kepadatan dan memastikan perjalanan yang aman dan nyaman,” kata Titis.

Puncak arus balik diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang besar, yaitu pada tanggal 24 Maret dan 28-29 Maret 2026. Gelombang kedua ini diprediksi muncul karena masyarakat memanfaatkan libur tambahan dan cuti bersama.

Titis juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi fisik prima, membawa obat-obatan pribadi, dan memeriksa kesiapan kendaraan sebelum memulai perjalanan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan moda transportasi yang resmi dan berizin serta memanfaatkan informasi terkini dari kanal resmi pemerintah.

“Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan juga menjadi kunci dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan selama arus balik Lebaran 2026,” pungkas Titis.

Ringkasan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat peningkatan signifikan pergerakan penumpang selama mudik Lebaran 2026, mencapai 10.003.583 orang hingga H-1. Angka ini naik 9,23% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kenaikan terjadi di hampir semua moda transportasi seperti perkeretaapian, udara, penyeberangan, darat, dan laut. Arus kendaraan juga mengalami peningkatan, dengan ratusan ribu kendaraan bergerak di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya setiap hari.

Kemenhub mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi arus balik yang diperkirakan puncaknya pada 24 Maret dan 28-29 Maret 2026. Masyarakat disarankan merencanakan perjalanan lebih awal, memanfaatkan informasi dari kanal resmi pemerintah, dan memastikan kondisi fisik serta kendaraan prima. Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan juga ditekankan untuk menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *